SEKOLAH BARANG

Dulu waktu masih duduk di bangku SMA sekitar pertengahan tahun 90-an saya sering mendengar ungkapan ‘menyekolahkan barang’ dari orang-orang tua di sekitar lingkungan saya. Menggadaikan atau bahkan menjual barang untuk kebutuhan biaya sekolah anak-anak sampai saat ini masih lazim dilakukan oleh banyak keluarga. Panci serta wajan penggorengan-pun tak luput pula ikut tergadai demi lancarnya biaya pendidikan. Perilaku semacam inilah yang memunculkan istilah ‘Sekolah Barang’ alias menggadaikan barang untuk keperluan tertentu khususnya sekolah anak-anak. Karena itulah jangan heran bila suatu ketika anda bertemu seorang kawan dari Jawa kok tumben tidak memamerkan Handphone barunya, lalu anda tergelitik untuk menanyakan keberadaan Handphone tersebut dan dijawab oleh kawan anda bahwa Handphone tersebut : ‘Sedang bersekolah’.
Jangan salah, perilaku semacam ini masih banyak terjadi di masyarakat. Sekalipun Perum Pegadaian tidak lagi menerima panci atau wajan penggorengan sebagai alat gadai, masyarakat tidak kehilangan akal untuk melakukan ‘Investasi’ dalam bentuk lain. Saat mereka memiliki sejumlah dana, mereka akan menginvestasikan dana tersebut untuk membeli Emas. Jika dana tidak cukup, akan mereka alihkan untuk membeli barang lain seperti Almari Es, atau Televisi. Dalam beberapa kasus di desa, banyak almari es yang beralih fungsi menjadi almari pakaian🙂. Entah karena tidak tahu gunanya atau hanya sekedar irit listrik. Mengapa bisa demikian?? Karena tujuan mereka membeli barang-barang tersebut bukan bertujuan fungsional tapi lebih pada tujuan ‘berjaga-jaga’ untuk jangka waktu tertentu. Saat tiba waktunya mereka akan menjual kembali barang-barang tersebut misalnya jika tiba tahun ajaran baru. Tanpa perlu saya perjelas panjang lebar, jelas sekali perencanaan keuangan seperti ini memiliki banyak sekali kelemahan.
Berbicara tentang perencanaan pendidikan anak, sebenarnya hal tersebut sudah bisa diprediksikan sejak awal. Bila anda memiliki anak berusia 1 tahun, bisa dipastikan 4 tahun lagi adalah saat bagi si kecil memasuki taman kanak-kanak. Saat si kecil berusia 7 tahun, itulah saat baginya mengenyam pendidikan sekolah dasar, Usia 18 tahun adalah kali pertama bagi anak anda untuk memasuki perguruan tinggi. Semuanya tampak terprediksi secara jelas dan nyata. Persoalannya adalah, kapan anda mulai merancang kebutuhan biaya-biaya tersebut secara sistematis, tidak merepotkan, bahkan menguntungkan.
Disinilah peran dari BRIGHT UNIVERSITY PLAN yang merupakan salah satu produk andalan dari Commonwealth Life guna membantu anda mengatasi persoalan biaya pendidikan anak di masa mendatang. Ada banyak keuntungan yang dapat anda nikmati dengan program BRIGHT UNIVERSITY PLAN, yaitu :
•    Perencanaan cemerlang bagi pendidikan buah hati tercinta
•    Hasil investasi optimal sesuai dengan pilihan dana investasi dan profil risiko Anda
•    Perlindungan jiwa yang maksimal, hingga usia 99 tahun
•    Santunan terhadap penyakit yang tidak tersembuhkan (terminal Illness)
•    Fleksibilitas dalam menambahkan Premi Investasi Tambahan (Top Up)
•    Kebebasan dalam memilih metode pembayaran premi yang bervariasi
•    Pilihan paket Manfaat & Premi sesuai dengan kebutuhan Anda

Dengan demikian, anda tidak perlu salah fungsi memanfaatkan almari es sebagai tempat menyimpan pakaian hanya karena ingin menyekolahkan anak anda setinggi-tingginya.

Download ilustrasi

One response to “SEKOLAH BARANG

  1. Ping-balik: Masih Murahkah Sekolah di Jogja? « Rencanakan Masa Depan Anda, Sekarang!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s